Inspirasi dari Pantai Bengkulu: Kisah Topan, Mahasiswa yang Sukses Jualan Kopi Keliling
Siapa bilang kuliah sambil kerja itu mustahil? Topan Afriansah, seorang mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Bengkulu (UNIB), membuktikan sebaliknya. Di tengah kesibukan kuliah, Topan memilih jalan yang tak biasa: berjualan kopi keliling. Kisahnya, yang penuh dengan semangat dan kerja keras, bisa jadi inspirasi buat kita semua.
Demi Orang Tua dan Adik
Motivasi Topan untuk berdagang datang dari hati. Ia melihat betapa berat perjuangan orang tuanya membiayai kuliahnya, apalagi ia juga punya dua adik perempuan yang harus dibiayai. "Awalnya kepikiran jualan kopi keliling karena lihat orang tua kesulitan. Itu udah lama kepikiran, tapi baru bisa terlaksana setahun belakangan ini," ungkap Topan.
Dengan dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman, Topan memulai usahanya. Ia tak malu, justru bangga bisa mandiri dan meringankan beban orang tuanya. Ini adalah bukti bahwa niat tulus bisa jadi pendorong terkuat untuk menghadapi tantangan.
Senja di Pantai dan Rezeki Tak Terduga
Setiap sore setelah kuliah usai, Topan langsung bersiap dengan peralatan dagangnya. Ia sering terlihat di pantai-pantai Kota Bengkulu, menawarkan kopi hangat kepada para pengunjung yang sedang menikmati senja. Tak hanya di pantai, ia juga memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti saat ada acara atau festival, untuk menjajakan dagangannya.
Penghasilan Topan memang tak menentu. Di hari biasa, ia bisa mengumpulkan Rp30.000 hingga Rp40.000. Tapi saat ada acara, rezekinya bisa melonjak drastis, sampai Rp200.000 bahkan Rp300.000. Jumlah ini tentu sangat berarti untuk menambah biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari.
Kunci Sukses: Waktu yang Fleksibel
Topan membuktikan bahwa kerja keras tidak harus mengorbankan pendidikan. Ia pandai membagi waktu. "Kalau mengganggu sih tidak ya, kan saya jualan kalo semua kegiatan perkuliahan saya sudah selesai. Makanya kadang saya jualan keliling sampai malam," jelasnya.
Dengan jadwal yang fleksibel, Topan bisa fokus belajar di siang hari dan bekerja di malam hari. Ia mengajarkan kita bahwa manajemen waktu yang baik adalah kunci untuk menyeimbangkan antara kuliah dan pekerjaan.
Kisah Topan adalah cerminan semangat juang generasi muda yang tak kenal menyerah. Ia tak hanya sukses membiayai kuliahnya, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk tidak takut memulai, apalagi jika niatnya baik. Semoga cerita Topan bisa memotivasi kita semua untuk terus berusaha meraih impian, apa pun rintangannya.
Belum ada Komentar untuk "Inspirasi dari Pantai Bengkulu: Kisah Topan, Mahasiswa yang Sukses Jualan Kopi Keliling"
Posting Komentar